GP ANSOR SUGIHWARAS GELAR SOWAN ULAMA, PERKUAT SILATURAHMI DAN TRADISI KEAGAMAAN DI MOMEN IDULFITRI
Sugihwaras, Sidoarjo — Dalam semangat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Sugihwaras menggelar kegiatan sowan kepada para ulama dan kiai di wilayah Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Selasa malam.
Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang terus dilestarikan sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh agama sekaligus upaya meraih keberkahan (barokah) melalui doa dan nasihat para ulama. Selain itu, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan emosional antara pengurus, anggota, serta para pembina organisasi.
Rombongan GP Ansor Sugihwaras secara bergantian mengunjungi sejumlah ulama dan tokoh masyarakat, di antaranya Kiai Miftakul Huda selaku Rois Syuriah Ranting Sugihwaras, Kiai Haji Drs. Achmad Lutfi, MM selaku Ketua Tanfidziyah Ranting Sugihwaras, Kiai Solikin, Kiai Sholikhuddin, Hj. Mashuda selaku Ketua Muslimat NU Sugihwaras, Ustadz Jailani, Gus Sahal selaku pembina GP Ansor Sugihwaras, serta H. Muchlisin selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Desa Sugihwaras.
Ketua GP Ansor Sugihwaras Sahabat Matfur dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan sowan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari estafet perjuangan organisasi yang harus terus dijaga dan dilanjutkan.
“Acara seperti ini rutin dilaksanakan setiap Hari Raya Idulfitri. Saya hanya melanjutkan estafet perjuangan para pendahulu. Kegiatan ini sangat baik dan membawa manfaat besar bagi kita semua,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain mendapatkan doa dan keberkahan dari para ulama, para anggota juga memperoleh wejangan yang berharga dalam menjalankan kehidupan beragama maupun dalam mengelola organisasi.
“Selain mendapatkan barokah doa dari para ulama dan kiai, kami juga menerima banyak nasihat sebagai bekal dalam menjalankan ibadah serta mengembangkan organisasi yang kita cintai ini,” imbuhnya.
Secara kultural, tradisi sowan kepada ulama memiliki makna yang mendalam dalam kehidupan masyarakat Nahdliyin. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan kepada guru dan pemimpin spiritual, sekaligus sarana memperkuat sanad keilmuan dan nilai-nilai keagamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Di tengah dinamika kehidupan modern, GP Ansor Sugihwaras berupaya menjaga tradisi tersebut agar tidak luntur. Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan tetap memiliki kedekatan dengan ulama sebagai sumber ilmu, moral, dan keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain memperkuat dimensi spiritual, sowan juga berperan penting dalam membangun solidaritas sosial. Interaksi langsung antara anggota Ansor dengan para tokoh agama dan masyarakat menciptakan ruang dialog yang hangat, penuh kekeluargaan, serta memperkokoh persatuan di tingkat desa.
Kegiatan ini juga mencerminkan sinergi antara organisasi kepemudaan dengan elemen masyarakat lainnya, termasuk pemerintah desa. Kehadiran tokoh seperti Kasi Kesra menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Ke depan, GP Ansor Sugihwaras berkomitmen untuk terus menjaga dan mengembangkan tradisi-tradisi positif seperti ini. Dengan demikian, organisasi tidak hanya berperan sebagai wadah kaderisasi pemuda, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kearifan lokal di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan sowan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara generasi muda dan para ulama, sehingga keberlangsungan nilai-nilai luhur dapat terus terjaga dan menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan zaman.