RANTING NU SUGIHWARAS
Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo
BERSAMA ISHARI NU RANTING SUGIHWARAS MENGGAPAI CINTA DAN SYAFAAT RASULULLAH SAW
Sugihwaras — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk kembali meneguhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, persaudaraan, dan keberkahan.
Dalam semangat tersebut, ISHARI NU Ranting Sugihwaras menghadirkan majelis sholawat dan pembacaan Diba’ sebagai bagian dari ikhtiar bersama menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah serta menumbuhkan kecintaan kepada Baginda Rasulullah SAW.
Menghidupkan Kecintaan kepada Rasulullah
Pembacaan sholawat dan Diba’ menjadi salah satu bentuk ekspresi kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui lantunan sholawat, jamaah diajak untuk mengingat kembali sosok Rasulullah sebagai suri teladan dalam kehidupan.
Maulid Nabi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali bagaimana Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya akhlak mulia, kepedulian terhadap sesama, persaudaraan, serta keteguhan dalam menjalankan ajaran Islam.
Semangat tersebut menjadi semakin bermakna ketika sholawat dilantunkan secara bersama-sama. Suasana majelis diharapkan mampu menghadirkan ketenteraman hati sekaligus memperkuat ikatan spiritual dan sosial di tengah masyarakat.
Sholawat sebagai Jalan Mempererat Ukhuwah
Bagi ISHARI NU, sholawat bukan hanya lantunan pujian kepada Rasulullah SAW, tetapi juga bagian dari upaya menjaga tradisi keislaman yang hidup di tengah masyarakat.
Majelis sholawat menjadi ruang perjumpaan berbagai lapisan masyarakat. Di dalamnya, jamaah berkumpul tanpa memandang perbedaan usia maupun latar belakang untuk bersama-sama mengagungkan nama Rasulullah SAW.
Dari majelis semacam inilah nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap sesama dapat terus dirawat.
Meneladani Akhlak Rasulullah
Peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kemeriahan sebuah acara. Lebih dari itu, Maulid menjadi momentum untuk menghadirkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW idealnya diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan ajaran beliau: berkata baik, menjaga persaudaraan, menghormati sesama, membantu mereka yang membutuhkan, serta menjaga kedamaian di tengah masyarakat.
Karena itu, semangat “Menggapai Cinta dan Syafaat Rasulullah SAW” bukan hanya menjadi sebuah tema, melainkan juga ajakan untuk memperbanyak sholawat sekaligus meningkatkan kualitas akhlak dan amal kebajikan.
Merawat Tradisi, Menguatkan Generasi
Kehadiran generasi muda dalam majelis sholawat dan Diba’ juga memiliki arti penting. Tradisi keagamaan yang diwariskan para ulama perlu terus dikenalkan dan dihidupkan agar tidak berhenti pada satu generasi.
Melalui kegiatan ISHARI NU Ranting Sugihwaras, generasi muda diharapkan semakin dekat dengan majelis, sholawat, dan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW. Dengan demikian, tradisi keislaman tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi penerus.
Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momentum untuk memperbarui kecintaan kepada Rasulullah SAW, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan semangat untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Bersama ISHARI NU Ranting Sugihwaras, mari hidupkan sholawat, rawat ukhuwah, teladani akhlak Rasulullah, dan terus berharap menjadi bagian dari umat yang mendapatkan cinta serta syafaat Baginda Nabi Muhammad SAW.
Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.


